Sabtu, 18 Juni 2016

rintihan

Sejuta aksara terkuak oleh. Mimpi dan asaku,kian merintih di atas dedaunan bambu dan desahan dedauanan yang terekam oleh fatamorgana belaka,langit seakan merintih tak di sangka tak seorangpun mengerti,tak seorangpun simpati,tak seorangpun empeti, di manakah kau wahai yang mengasihi,,diriku merintih kesakitan adakah yang mengerti segalah titah dan rasaku,diriku remuk bagaikan kamvas yang terkena air,itulah aku,aku merintih kesakitan,,hatiku teriak kesana sini,tapi tak seorangpun paham akan segala ras aku,,hanya engkau yang memahaminya,wahai kau yang maha mengagungkan aku bersimpuh di bumimu dan berharap berbelas kasihmu wahai yang mengagungkan ,adakah yangbisa mendengar keluh kesaahku selai engkau wahai yang maha mendengar ,,
Kelak adakah adakah kekuatan untukku lagi ..??
 Semoga keesokan aku akan bisa menjawab dari apa yang ku rasakan.